Bandar Lampung, kabarmonitorindonesia.com –
Kegiatan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) yang digelar Lapas Kelas I Bandar Lampung pada Kamis (8/1/2026) tidak hanya berfokus pada pemeriksaan. Kepala Lapas, Ike Rahmawati, memanfaatkan momen ini untuk menggerakkan kesadaran Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) akan pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Saat menyisir area blok hunian bersama pejabat struktural, Kalapas berdialog langsung dengan para penghuni kamar. Ia menekankan bahwa tanggung jawab menciptakan lingkungan yang sehat bukan hanya tugas petugas, melainkan tanggung jawab seluruh penghuni blok.
Ike Rahmawati secara persuasif mengajak warga binaan untuk rutin membersihkan kamar, merapikan barang-barang, dan menjaga sanitasi toilet. Menurutnya, lingkungan yang bersih adalah kunci utama kesehatan fisik dan ketenangan batin selama menjalani masa pidana.
"Saya minta rekan-rekan warga binaan semua peduli. Anggap ini rumah sendiri sementara waktu. Ayo ciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kalau kamar bersih, sirkulasi udara bagus, kalian jadi tidak gampang sakit, ibadah nyaman, dan pikiran juga jadi tenang. Jangan malas bersih-bersih," ajak Ike Rahmawati kepada para warga binaan.
Kalapas menambahkan bahwa pola hidup bersih dan sehat merupakan bagian dari pembinaan kepribadian. Dengan lingkungan yang sehat, potensi gangguan keamanan yang dipicu oleh masalah kesehatan atau ketidaknyamanan tempat tinggal dapat diminimalisir.
Ajakan ini disambut positif oleh warga binaan yang langsung sigap merapikan area hunian mereka, menciptakan suasana Lapas yang lebih asri dan manusiawi.
Dari Pasar Rakyat ke Aset Bernilai Tinggi: Jejak Panjang Pasar Senapelan dan Pertanyaan yang Belum Terjawab
Dugaan Malpraktik Pasca Operasi di RS Prima Pekanbaru Disorot, Kematian Pekerja dan Tata Kelola Manajemen Ikut Dipertanyakan
“Ambulans Mogok di Tengah Jalan, Nyawa Pasien Melayang” — Dugaan Kelalaian RSUD Indrasari Disorot
Penyerahan Tersangka Dan Barang Bukti (Tahap II) Perkara Pemberian Fasilitas Pinjaman/Kredit Dari Salah Satu Bank Flat Merah Kepada PT. BSS Dan PT. SAL
“Belum Cukup Bukti”: Dugaan Korupsi Proyek Swakelola PUPR Meranti Berakhir Tanpa Penyidikan